Saturday, 6 February 2016
VIBRO DYNAPAC 8 TON TH: 2010
Kondisi : Barang Ready Siap Kerja
Status: Belum Terjual
Lokasi: Surabaya
Tandem Roller Bomag BW90AD-2 Tahun : 2013
Type: Tandem Roller
Kondisi : Barang Ready Siap Kerja
Status: Terjual
Lokasi: Surabaya
Thursday, 30 April 2015
Foto Alat Berat Dalam Proyek MRT Jakarta
Bagi warga jakarta yang setiap hari bekerja di daerah yang menjadi lintasan perencaaan proyek MRT tentunya sudah merasakan sedikit dampak akibat proyek ini, yaitu penyempitan jalan umum karena pembangunan proyek MRT. Dan efek samping dari ini adalah kemacetan pada jam berangkat kerja dan pulang kerja.
MRT adalah singkatan dari Mass Rapid Transit yang secara harafiah berarti angkutan yang dapat mengangkut penumpang dalam jumlah besar secara cepat. Beberapa bentuk dari MRT antara lain:
Berdasarkan jenis fisik : BRT (Bus Rapid Transit), Light Rail Transit (LRT) yaitu kereta api rel listrik, yang dioperasikan menggunakan kereta (gerbong) pendek seperti monorel dan Heavy Rail Transit yang memiliki kapasitas besar seperti kereta Jabodetabek yang ada saat ini
Berdasarkan Area Pelayanan : Metro yaitu heavy rail transit dalam kota dan Commuter Rail yang merupakan jenis MRT untuk mengangkut penumpang dari daerah pinggir kota ke dalam kota dan mengantarkannya kembali ke daerah penyangga (sub-urban).
Jenis yang akan dibangun oleh PT. MRT Jakarta adalah MRT berbasis rel jenis Heavy Rail Transit.
Penjualan Alat Berat Ditargetkan Naik Pada Semester II 2015
Menurut IFT (Indonesia Finance Today) penjualan alat berat pada kuartal 1 kemarin mengalami kenaikan sebesar 11,4%. Penjualan kuartal I tahun ini tumbuh karena ditopang oleh proyek-proyek infrastruktur yang sudah mulai berjalan perlahan. Dan diharapkan pada kuartal selanjutnya mengalami kenaikan yang cukup signifikan karena akan banyak proyek-proyek baru yang akan dimulai.
Proyek pembangunan infrastruktur pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla diharapkan bisa mendorong pertumbuhan pasar alat-alat berat, khususnya alat berat konstruksi. Himpunan Alat Berat Indonesia (Hinabi) membidik penjualan alat-alat berat bisa meningkat pada semester II 2015 yang akan ditunjang peningkatan penjualan alat-alat berat konstruksi seiring dengan realisasi pembangunan infrastruktur tersebut.
Jamaludin, Ketua Hinabi, mengatakan penjualan di Januari dan Februari di tahun ini masih stagnan. Menurutnya, industri tambang masih belum bangkit sehingga belum bisa mendorong penjualan alat berat. Penurunan harga komoditas global, seperti batu bara membuat roda bisnis perusahaan tambang menurun. “Oleh karena itu, Hinabi berharap penjualan alat-alat berat dari konstruksi bisa menopang penjualan di semester II tahun ini,” kata Jamaludin melalui sambungan telepon (2/3).
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PU-PERA) mengumumkan kebutuhan peralatan berat dalam jumlah yang cukup besar guna menyokong pembangunan infrastruktur. Guna merespon proyek pembangunan infrastruktur dari pemerintah, Hinabi memperkirakan produksi alat berat di tahun ini akan didominasi oleh eskavator dan bulldozer dengan bobot 10-30 ton.
Jamaludin menyebutkan selain alat-alat konstruksi, penjualan alat-alat berat untuk kehutanan dan perkebunan juga ditargetkan bisa menopang penjualan alat-alat berat di semester II. “Penjualan alat berat dari konstruksi, perkebunan, dan kehutanan kita harapkan bisa memberi kontribusi penjualan sebanyak 60%-70% dari total target penjualan di tahun ini,” ia menjelaskan.
Nantinya, alat-alat berat konstruksi akan menggeser kontribusi penjualan alat-alat berat pertambangan yang sebelumnya lebih dominan. “Bisnis pertambangan masih mati suri sehingga produksi alat berat untuk mining dan dump truck diturunkan,” katanya.
Bisnis perusahaan perkebunan diprediksi masih baik kinerjanya di sepanjang tahun ini. Hal ini tercermin dari pertumbuhan laba bersih emiten perkebunan. Laba bersih PT Dharma Satya Nusantara, Tbk (DSNG) pada 2014 tercatat sebanyak Rp 649,8 miliar, atau naik 201,3% apabila dibandingkan tahun 2013 sebesar Rp 215,7 miliar. Djojo Boentoro, Direktur Utama Dharma Satya Nusantara, dalam keterbukaan informasinya baru-baru ini, mengumumkan kinerja keuangan didorong oleh adanya peningkatan pendapatan dari sektor industri kelapa sawit.
Kendati demikian, lanjut Jamaludin, volume penjualan alat-alat berat hingga akhir tahun ini akan stagnan dan jumlahnya akan sama seperti realisasi di tahun 2014 sebanyak 5,172 unit. Ia menambahkan kapasitas terpasang alat-alat berat nasional sebanyak 10 ribu unit per tahun. Namun, produksinya hanya mencapai 30% dari jumlah total kapasitas produksi tersebut. “Ke depan, proyek pemerintah bisa menunjang pertumbuhan produksi dan penjualan alat berat nasional,” imbuhnya.
Penjualan alat berat di tahun 2014 menurun karena bisnis-bisnis pertambangan tidak bergairah. Akibatnya, kinerja perusahaan alat berat dan pertambangan juga tertekan. Laba bersih PT Hexindo Adiperkasa, Tbk (HEXA) di tahun lalu turun 29,3%, menjadi US$ 11,9 juta dari US$ 16,9 juta pada 2013. Sedangkan, laba bersih PT United Tractors, Tbk (UNTR) malah naik sebesar 11% mencapai Rp 5,37 triliun dari Rp 4,8 triliun.
Walau demikian, penjualan alat berat Komatsu yang dijual United Tractors turun menjadi 3,513 unit dari 4,203 unit. Penurunan tersebut terutama karena adanya perlambatan di sektor pertambangan dan perkebunan. Sektor pertambangan menyerap 35% dari total penjualan alat berat Komatsu. Selanjutnya, sektor konstruksi menyerap 28%, sektor perkebunan sebesar 23%, dan sisanya sebesar 14% diserap sektor kehutanan. Penurunan aktivitas di sektor pertambangan juga menyebabkan penurunan penjualan UD Trucks, yang mengalami penurunan menjadi 171 unit dari 365 unit. Sedangkan penurunan penjualan truk Scania menjadi 365 unit dari 445 unit.
Sumber : swa.co.id & ift.co.id
Monday, 27 April 2015
Mobile Crane Zoomlion
Merk: Zoomlion
Type: Mobile Crane
Kondisi : Barang Ready Siap Kerja
Status: Belum Terjual
Lokasi: Surabaya



.jpg)
.jpg)









