Tuesday, 1 July 2014

Apa Itu Batu Bara ?



Batu bara adalah salah satu bahan bakar fosil. Pengertian umumnya adalah batuan sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik, utamanya adalah sisa-sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan. Unsur-unsur utamanya terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen.
Batu bara juga adalah batuan organik yang memiliki sifat-sifat fisika dan kimia yang kompleks yang dapat ditemui dalam berbagai bentuk.
Analisis unsur memberikan rumus formula empiris seperti C137H97O9NS untuk bituminus dan C240H90O4NS untuk antrasit.
Umur Batu Bara
Pembentukan batu bara memerlukan kondisi-kondisi tertentu dan hanya terjadi pada era-era tertentu sepanjang sejarah geologi. Zaman Karbon, kira-kira 340 juta tahun yang lalu (jtl), adalah masa pembentukan batu bara yang paling produktif dimana hampir seluruh deposit batu bara (black coal) yang ekonomis di belahan bumi bagian utara terbentuk.
Pada Zaman Permian, kira-kira 270 jtl, juga terbentuk endapan-endapan batu bara yang ekonomis di belahan bumi bagian selatan, seperti Australia, dan berlangsung terus hingga ke Zaman Tersier (70 – 13 jtl) di berbagai belahan bumi lain.
Materi Pembentuk Batu Bara
Hampir seluruh pembentuk batu bara berasal dari tumbuhan. Jenis-jenis tumbuhan pembentuk batu bara dan umumnya menurut Diessel (1981) adalah sebagai berikut:
a. Alga, dari Zaman Pre-kambrium hingga Ordovisium dan bersel tunggal. Sangat sedikit endapan batu bara dari perioda ini.
b. Silofita, dari Zaman Silur hingga Devon Tengah, merupakan turunan dari alga. Sedikit endapan batu bara dari perioda ini.
c. Pteridofita, umur Devon Atas hingga Karbon Atas. Materi utama pembentuk batu bara berumur Karbon di Eropa dan Amerika Utara. Tetumbuhan tanpa bunga dan biji, berkembang biak dengan spora dan tumbuh di iklim hangat.
d. Gimnospermae, kurun waktu mulai dari Zaman Permian hingga Kapur Tengah. Tumbuhan heteroseksual, biji terbungkus dalam buah, semisal pinus, mengandung kadar getah (resin) tinggi. Jenis Pteridospermae seperti gangamopteris dan glossopteris adalah penyusun utama batu bara Permian seperti di Australia, India dan Afrika.
e. Angiospermae, dari Zaman Kapur Atas hingga kini. Jenis tumbuhan modern, buah yang menutupi biji, jantan dan betina dalam satu bunga, kurang bergetah dibanding gimnospermae sehingga, secara umum, kurang dapat terawetkan.
Kelas Dan Jenis Batu Bara
Berdasarkan tingkat proses pembentukannya yang dikontrol oleh tekanan, panas dan waktu, batu bara umumnya dibagi dalam lima kelas: antrasit, bituminus, sub-bituminus, lignit dan gambut.
a. Antrasit adalah kelas batu bara tertinggi, dengan warna hitam berkilauan (luster) metalik, mengandung antara 86% – 98% unsur karbon (C) dengan kadar air kurang dari 8%.
Batu Bara Antrasit - Alat berat blog
Contoh Batu Bara Antrasit
b. Bituminus mengandung 68 – 86% unsur karbon (C) dan berkadar air 8-10% dari beratnya. Kelas batu bara yang paling banyak ditambang di Australia.
Batu Bara Bituminus - Alat berat blog
Contoh Batu Bara Bituminus
c. Sub-bituminus mengandung sedikit karbon dan banyak air, dan oleh karenanya menjadi sumber panas yang kurang efisien dibandingkan dengan bituminus.
Batu Bara Sub-Bituminus - Alat berat blog
Contoh Batu Bara Sub-Bituminus
d. Lignit atau batu bara coklat adalah batu bara yang sangat lunak yang mengandung air 35-75% dari beratnya.
Batu-Bara-Lignit-Alat-berat-blog
Contoh Batu Bara Lignit
e. Gambut, berpori dan memiliki kadar air di atas 75% serta nilai kalori yang paling rendah.
Batu Bara Gambut - Alat berat blog
Contoh Batu Bara Gambut

Pembentukan Batu Bara
Proses perubahan sisa-sisa tanaman menjadi gambut hingga batu bara disebut dengan istilah pembatu baraan (coalification). Secara ringkas ada 2 tahap proses yang terjadi, yakni:
a. Tahap Diagenetik atau Biokimia, dimulai pada saat material tanaman terdeposisi hingga lignit terbentuk. Agen utama yang berperan dalam proses perubahan ini adalah kadar air, tingkat oksidasi dan gangguan biologis yang dapat menyebabkan proses pembusukan (dekomposisi) dan kompaksi material organik serta membentuk gambut.
b. Tahap Malihan atau Geokimia, meliputi proses perubahan dari lignit menjadi bituminus dan akhirnya antrasit.
Demikian sekilas serba serbi tentang batu bara, semoga bermanfaat!
Sumber : wikipedia.org

Related Posts:

  • Apa Itu Batu Bara ? Batu bara adalah salah satu bahan bakar fosil. Pengertian umumnya adalah batuan sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik, utamanya adalah sisa-sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan… Read More
  • Tips Perawatan Forklift Forklift adalah salah satu satu alat atau kendaraan yang sangat membantu dalam memindahkan serta menata barang-barang dengan baik, alat ini umum digunakan dalam bidang logistik barang di sebuah industri ataupun perguda… Read More
  • Penjualan Alat Berat Ditargetkan Naik Pada Semester II 2015 Menurut IFT (Indonesia Finance Today) penjualan alat berat pada kuartal 1 kemarin mengalami kenaikan sebesar 11,4%. Penjualan kuartal I tahun ini tumbuh karena ditopang oleh proyek-proyek infrastruktur yang sudah mulai be… Read More
  • Foto Alat Berat Dalam Proyek MRT Jakarta Bagi warga jakarta yang setiap hari bekerja di daerah yang menjadi lintasan perencaaan proyek MRT tentunya sudah merasakan sedikit dampak akibat proyek ini, yaitu penyempitan jalan umum karena pembangunan proyek MRT. … Read More
  • Langkah-langkah Proses Pembuatan Jalan Aspal Jalan raya di indonesia pada umumnya menggunakan jalan asphalt, tapi bagaimanakah cara membuat jalan aspal? Bagaimana langkah proses nya hingga dapat menjadi jalan aspal? Berikut urutan kerja pembuatan jalan aspal beser… Read More

0 comments: